Selasa, 01 Mei 2012

Ringkasan Mahabharata Parwa 1. Adiparwa

Lanjut yuuk!!!

Ringkasan Cerita Mahàbhàrata


Mahàbhàrata disusun dalam bentuk parva yang jumlahnya 18 buah, oleh karena itu di dalam úàstra Jawa Kuno, Mahàbhàrata juga disebut Aûþadaúaparva (Sanghyang Aûþadaúaparva) yang merupakan karya seorang Mahàrûi bernama Veda Vyàsa seperti telah disebutkan di depan. 
Kitab ini juga sering disebut sebagai Mahàbhàratayuddha atau disingkat Bhàratayuddha, yakni cerita tentang keluarga besar keturunan Maharaja Bhàrata yang kemudian menurunkan dua keluarga yang saling bermusuhan, yakni Pàóðava dan Kaurava. Pàóðava merupakan putra lima bersaudara Maharaja Pàóðu yang meninggal dunia karena kutukan akibat membunuh sepasang kijang yang sedang bercengkrama yang ternyata adalah siluman dua orang pandita. Saat itu usia Pàóðava masih kanak-kanak, maka tahta diwakili kerajaan oleh Maharaja Dhåtaràûþra kakak dari Maharaja Pàóðu yang karena menderita cacat mata (buta) menurut ketentuan hukum, seseorang yang cacat demikian tidak boleh menduduki tahta kerajaan. Putra-putra Dhåtaràûþra sebanyak 100 orang sebagai penerus dinasti Kuru disebut Kaurava. Sejak kanak-kanak para Kaurava sudah memperlihatkan sifat-sifat jahatnya dan selalu irihati kepada saudara misannya Pàóðava tersebut. Prabhu Dhåtaràûþra rupanya sangat kesulitan mendidik dan mengatasi karakter anak-anaknya tersebut, terlebih lagi kelicikan pamannya Úakuni sangat mempengaruhi Kaurava sehingga ketika sudah dewasa dengan kelicikannya pula ingin merebut tahta yang mestinya jatuh ke tangan Pàóðava. Dengan berbagai tipudaya Kaurava berusaha mengalahkan Pàóðava dan puncak dari konflik yang berkepanjangan tersebut meletuslah perang besar selama 18 hari dengan memakan korban 100 orang Kaurava bersaudara tewas di medan perang Kurukûetra. Kitab Mahàbhàrata berakhir ketika Yudhiûþhira mencapai sorga dan bertemu kembali dengan saudara-saudaranya di sana. 

Berikut adalah uraian masing-masing parva dari 18 parva kitab Mahàbhàrata

1. Àdiparva

  1. Anukramaóìka-parva (terdiri dari 272 úloka)
    Penjelasan tentang pokok cerita yang akan disusun dalam bentuk Vìracarita. Dimulai dengan kedatangan Sauti (juru cerita) di hutan Naimiûa, keinginan para åûi untuk mendengar Mahàbhàrata; manggalapuja kepada Ìúàna. Proses penciptaan alam semesta. Keinginan Mahàrûi Vyàsa. Brahmà datang kepadanya dan Gaóeúa yang menuliskan karangan Mahàrûi Vyàsa. Mahàrûi Vyàsa berkeinginan untuk menyebarkan cerita Mahàbhàrata; Sauti memuja keagungan keluarga Bhàrata, ratapan Dhåtaràûþra, hiburan Sañjaya kepada Dhåtaràûþra. Keutamaan membaca dan mempelajari kitab Mahàbhàrata.
  2. Parvasaògraha-parva (terdiri dari 394 úloka)
    Sejarah tentang Samantapañcaka; penjelasan tentang isi dari kedelapan belas parva secara ringkas dan lengkap sebagai pengantar dari kitab Mahàbhàrata secara keseluruhan.
  3. Pauûya-parva (terdiri dari 187 úloka)
    Cerita tentang Romaharûaóa putra Ugrasavà seorang Sauti (juru cerita). Kutukan terhadap Janamejaya oleh Sarama; cerita tentang Àruói; Upamanyu; Veda; dan Uttaòka yang mengikuti pendidikan Brahmacàrya yang ketat; cerita tentang Pauûya; perlawanan Janamejaya terhadap Takûaka. Cerita tentang kelahiran para Daitya, Dànava, Yakûa, Nàga, Gàndharva dan burung-burung. Cerita kelahiran wangsa Bhàrata dengan ibu Úakuntalà dan Raja Duûyanta di Hastinà. Úakuntalà sesungguhnya putra Viúvàmitra dengan seorang bidadari Mainàka yang kemudian ditinggal ke kahyangan, Úakuntalà dipelihara oleh Mahàrûi Kaóva.
  4. Pauloma-parva (terdiri dari úloka 173)
    Para åûi menunggu Úaunaka; silsilah wangsa Bhàrgava. Cerita tentang Puloma; cerita tentang kelahiran Chyavana; kutukan Bhågu kepada Agni; lagu pujian kepada Agni oleh Brahmà; cerita tentang Ruru; cerita tentang Dundubha.
  5. Astika-parva (terdiri dari 1. 095 úloka)
    Cerita tentang Jàratkaru dan dialog dengan leluhurnya; kelahiran Àstika; cerita tentang Kadrù dan Vinatà; cerita pengadukan lautan susu. Kadrù mengutuk para ular. Kadrù dan Vinatà pergi untuk menjumpai Uccaiúúrava; kelahiran Garuða dan lagu pujaan untuknya; lagu pujian kepada Indra oleh Kadrù; garuða ingin membawa amåta; Kaúyapa dan garuða; garuða diberi nama Suparóa oleh dewa Indra, garuða menjadi kendaraan Dewa Viûóu, percakapan antara Indra dan garuða; Indra mencuri amåta dari para ular; cerita terbelahnya lidah ular menjadi bercabang, nama-nama para tokoh pimpinan. Pertapaan Nàga Úeûa. Nàga Úeûa mendapat anugrah dari dewa Brahmà. Percakapan para nàga terhadap kutukan yang diterima oleh ibunya. Para ular membawa Jàratkaru. Perbuatan dosa Parìkûit; kutukan kepada Parìkûit; percakapan antara Úåògì dan Samika; pertemuan Kaúyapa dan Takûaka; kematian sang raja karena gigitan Takûaka; diangkatnya Janamejaya menjadi raja; pernikahan Jàratkaru; kelahiran sang Àstika. Janamejaya membuat persembahan berupa ular; pengorbanan ular ke dalam api; kedatangan Àstika ditempat persembahan. Penghentian pelaksanaan korban ular.
  6. Aýúàvatarana-parva (terdiri dari 321 úloka)
    Mahàrûi Vyàsa datang menghadiri upacara korban ular. Cerita pendek tentang para Pàóðava dan pangeran Kuru; cerita tentang Raja Uparicara; cerita tentang festival Indradvaja; cerita tentang Satyavatì; pertemuan Paràúara dan Satyavatì. Kelahiran Dvaipàyana, cerita tentang Animandavya; cerita tentang Karóa, Vàsudeva, Sàtyaki, Kåtavarma, dan lain-lain; Pertentangan antara para Kûatriya dengan Bràhmaóa. Beban yang terlalu berat dipikul oleh Påthivì selanjutnya menghadap Brahmà, para devatà bersama-sama turun menjelma.
  7. Sambhava-parva (terdiri dari 2. 852 úloka)
    Cerita singkat tentang segala sesuatu yang ada di bumi; kelahiran Bhågu; cerita tentang Jayasandha; asal-usul Droóa, Kåpa dan yang lainnya; cerita tentang Draupadì, Kuntì, dan Madrì; cerita tentang Duûyanta; kelahiran Úakuntalà; keturunan Prajàpati; cerita tentang Purùrava; cerita tentang Yayàti; kematian Kaca oleh para Dànava; pernikahan Yayàti dengan Devayànì; pernikahan rahasia Yayàti dan Sarmista; cerita tentang Mahàbiûa; lahirnya Úantanu; pengangkatan Bhìûma sebagai putra mahkota; pertemuan Úantanu dan Satyavatì; kematian Vicitravìrya; percakapan Bhìûma dan Satyavatì; asal-usul Dhåtaràûþra dan yang lainnya; cerita tentang Gàndhàrì; asal-usul Karóa; pernikahan Pàóðu dan Madrì; Gàndhàrì melahirkan seratus orang anak; Jayadrata menikahi Duúalà; kutukan terhadap Pàóðu; kelahiran Yudhiûþhira dan yang lainnya; kematian Pàóðu; asal-usul Kåpa dan Kåpì; cerita tentang Droóa; Droóa menjadi guru bagi anak-anak Kuru dan anak-anak Pàóðu; kemampuan Arjuna yang luar biasa; cerita tentang Ekalavya; pengangkatan Yudhiûþhira sebagai putra mahkota.
  8. Jatugåhya-parva (terdiri dari 292 úloka)
    Kecemburuan dan penipuan yang dilakukan oleh Duryodhana dan Úakuni terhadap Pàóðava; pengasingan Pàóðava ke Varavanata; tibanya para Pàóðava di Varavanata; instruksi Duryodhana kepada Purochana, tinggal di rumah kardus, pembakaran rumah kardus; perlawanan Pàóðava di hutan. Penyeberangan sungai Gaògà oleh Pàóðava. Pàóðava kembali masuk hutan, pencarian air minum oleh Bhìma yang dilanjutkan dengan pertanyaan-pertanyaan oleh Yakûa kepada Yudhiûþhira
  9. Hidimbàvadha-parva (terdiri dari 182 úloka)
    Perjalanan sampai di kota Ekacakra dan bertemu dengan Mahàrûi Vyàsa. Keinginan Hidimbà untuk bertemu Bhìma; Bhìma ingin membunuh Hidimbà tapi dicegah Yudhiûþhira; Hidimbà membawa Bhìma dan kemudian melahirkan Ghaþotkaca.
  10. Bakavadha-parva (terdiri dari 215 úloka)
    Pàóðava menetap di Ekacakra; hari-hari Pàóðava di Eka Cakra; percakapan Kuntì dan Bràhmaóa; Bhìma ingin membasmi ràkûasa Baka; pertarungan Bhìma dan Baka; Drupada menyelenggarakan persembahan untuk mendapatkan putra, putra yang lahir dari api; asal-usul Draupadì.
  11. Caitraratha-parva (terdiri dari 566 úloka)
    Para Pàóðava pergi ke Pàñcàla, pertemuan dengan Mahàrûi Vyàsa. Dalam perjalanan bertemu dengan Gandharva Aògaraparóa di tepi sungai Gaògà. Pertempuran dengan Gandharva. Gandharva dapat ditundukkan. Gandharva menghadiahkan souvenir kepada Arjuna. Cerita Raja Tapati, Raja Samvaraóa menemui Tapati. Lenyap dan tampilnya kembali Tapati. Tapati menceritakan sejarahnya dan kembali lenyap. Perkawinan Samvaraóa dengan Tapati. Cerita tentang Vasiûþha; cerita tentang Viúvàmitra. Percobaan dengan kekerasan melarikan lembu Nandinì milik Vasiûþha oleh Viúvàmitra. Viúvàmitra gelisah karena dari seluruh tubuh keluar api dan berbagai makhluk serta pasukan dari berbagai wilayah seperti Dràviða, Úàkha dan lain-lain.  Vasiûþha dan menantunya bertemu Kalmasavada; kelahiran Paràúara; asal-usul api Pàóðava; Pàóðava meninggalkan Aògaraparóa; Pàóðava menunjuk Dasaumia sebagai pandita mereka.
  12. Svayamvara-parva (terdiri dari 228 úloka)
    Sampai di Pàñcàla. Mereka bertemu Mahàrûi Vyàsa. Di perjalanan mereka bertemu pula dengan Gàndharva bernama Aògaraparóa. Peristiwanya terjadi di tepi sungai Gaògà cerita tentang Draupadì; Úrì Kåûóa mengenali Pàóðava; ketidak-mampuan para raja untuk mengangkat panah; Arjuna berhasil mengangkat panah; para raja berniat menyerang Drupada; Arjuna dan Bhìma bersiap-siap untuk melawan; Arjuna dan Bhìma pergi membawa Draupadì; percakapan Kuntì dan Yudhiûþhira; Yudhiûþhira meminta Arjuna untuk menikahi Draupadì; Balaràma dan Úrì Kåûóa mengunjungi Pàóðava; Dhåûþadyumna datang secara diam-diam.
  13. Vaivahika-parva (terdiri dari 190 úloka)
    Dhåûþadyumna mendengar Pàóðava; Drupada mengirim pandita kepada Pàóðava; Pàóðava datang ke istana Drupada; Drupada ingin mengawinkan putrinya dengan Arjuna; kedatangan Mahàrûi Vyàsa; cerita tentang Jatila; petuah dari Mahàrûi Vyàsa; kisah awal dari Pàóðava dan Draupadì; pernikahan Draupadì dan kelima Pàóðava.
  14. Viduragamana Ràjyalaýbha-parva (terdiri dari 377 úloka)
    Duryodhana mendengar pernikahan Pàóðava; diskusi antara Pàóðava dan Dhåtaràûþra; komentar Karóa; komentar Bhìûma; komentar Droóa; komentar Vidura; Vidura berangkat ke Pañcàla; petuah Vàsudeva; Pàóðava kembali ke Hastinàpura; Pàóðava mengambil setengah dari kerajaan; Úrì Kåûóa dan Balaràma kembali ke Dvàraka; cerita tentang Sunda dan Upasunda; para Pàóðava membatasi diri untuk menghormati Draupadì.
  15. Arjunavanavasa-parva (terdiri dari 174 úloka)
    Kehidupan Pàóðava di Kàóðavaprastha; Arjuna melanggar aturan; Arjuna mengasingkan diri; pernikahan Arjuna dan Ulupì; Arjuna pergi ke Dvàraka dengan Úrì Kåûóa.
  16. Subhadràharana-parva (terdiri dari 57 úloka)
    Festival Våûóandaka di gunung Raivataka; Arjuna bertemu Subhadrà di tempat itu; Arjuna melarikan Subhadrà; para Våûói mempersiapkan diri untuk bertempur dengan Arjuna dan akhirnya pertempuran dapat dipadamkan.
  17. Haraóa-parva (terdiri dari 89 úloka)
    Arjuna kembali ke Kàóðavaprastha dengan Subhadrà; nasehat Draupadì kepada Arjuna; Úrì Kåûóa, Balaràma dan yang lain berkunjung ke hutan Kàóðavaprastha. Pesta menyambut di Indraprastha menyambut kedatangan Våûói dan Andhaka. Kelahiran Abhimanyu dan lima putra Draupadì.
  18. Kàóðavadaha-parva (terdiri dari 427 úloka)
    Pemerintahan Yudhiûþhira; Úrì Kåûóa dan Arjuna pergi ke dalam hutan; pertemuan dengan Agni yang menyamar sebagai Bràhmaóa. Lelucon tentang Svetaki. Varuóa memberikan kendaraan, cakram dan busur Gandiva kepada Úrì Kåûóa dan Arjuna. Pelarian Aúvasena dari hutan Kandava yang terbakar. Pertempuran Arjuna dengan Indra. Terbakarnya hutan Kandava; Pertempuran antara Arjuna melawan Asura bernama Maya. Kedatangan Agni untuk menelan Maya. Arjuna melindungi Maya. Cerita tentang Åûi Mandapala; Pertapaan dan pemujaan Åûi Mandapala kepada Agni; cerita tentang empat putra Åûi Mandapala. Úrì Kåûóa mendapatkan anugrah dari dewa Indra.

Bersambung ke: Ringkasan Mahabharata Parwa 2. Sabhaparwa
Baca juga

Ringkasan Mahabharata Parwa 2. Sabhaparwa
Ringkasan Mahabharata Parwa 3. Vanaparva/Aranyakaparva
Ringkasan Mahabharata Parwa 4 - Virata Parva
Ringkasan Mahabharata Parwa 5 - Udyoga Parva
Ringkasan Mahabharata Parwa 6 - Bhisma Parva
Ringkasan Mahabharata Parwa 7 - Drona Parva
Ringkasan Mahabharata Parwa 8 - Karna Parva
Ringkasan Mahabharata Parwa 9 - Salya Parva
Ringkasan Mahabharata Parwa 10 - Sauptika Parva
Ringkasan Mahabharata Parwa 11 - Stri Parva
Ringkasan Mahabharata Parwa 12 - Santi Parva
Ringkasan Mahabharata Parwa 13 - Anusasana Parva
Ringkasan Mahabharata Parwa 14 - Asvamedika Parva
Ringkasan Mahabharata Parwa 15 - Asramawasika Parva
Ringkasan Mahabharata Parwa 16 - Mausala Parva
Ringkasan Mahabharata Parwa 17 - Mahaprasthanika Parva

Ringkasan Mahabharata Parwa 18 - Svargarohanika Parva


baca juga cerita-cerita sisipan yang terjadi, antara lain: 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar