Senin, 28 Mei 2012

Cerita Ringkas Sisipan 1 Dalam Mahabharata

Raja Nahuûa

Cerita tentang raja ini diuraikan secara panjang lebar di dalam kitab Padma Puràóa (XV.102 dan seterusnya) yang menjelaskan bahwa ia adalah keturunan dari Sùryavaýúa (dinasti Sùrya)(Mani, 1989:516). 
Sebenarnya cerita tentang Nahuûa telah disebutkan di dalam kitab Ågveda Maóðala I, Anuvàka 7, Sùkta 31 bahwa raja ini menjadi Dewa Indra di kahyangan (Mani, 1989:517). Hal ini menunjukkan keterkaitan kitab Mahàbhàrata dengan kitab suci Veda. 

Di dalam Mahàbhàrata (Udyogaparva 17) diuraikan tentang Raja Nahuûa dikutuk menjadi ular yang besar dan buas oleh Maharûi Agastya dan Dharmaputra yang berhasil membebaskan kutukan tersebut yang mengakibatkan Nahuûa kembali menjadi wujudnya yang asli dan segera kembali ke sorga (Mani,1989:7). 

Di dalam Àdiparva (75.80) dijelaskan putra Nahuûa sebanyak 6 orang yaitu: Yati, Yayàti, Saýyati, Àyati, Ayati, dan Dhruva. 

Disebutkan ia bisa memperoleh sorga dengan badan kasarnya disebabkan oleh karena kesucian diri pribadinya, yakni melaksanakan upacara Vaiûnavayajña (Vanaparva 257.5). 

Suatu hari Raja Nahuûa turun dari kahyangan angkasa milk Dewa Indra untuk melihat pertempuran yang sangat hebat yang dilakukan oleh Arjuna (Viràtaparva 56.9). 

Nahuûa memperoleh sebuah pedang yang sangat terkenal pemberian ayahnya Àyus (Úàntiparva 266.7). 

Di dalam Anuúàsanaparva (51) disebutkan bahwa suatu hari Raja Nahuûa mengunjungi pertapa Cyavana dan ia memperoleh anugrah. 

Disebutkan Raja Nahuûa pernah mempersembahkan puluhan ribu sapi kepada para Bràhmaóa sebagai bentuk puóya (Anuúàsanaparva 81.5). 

Di dalam Sabhaparva (8.8) dinyatakan setelah kematiannya Nahuûa mencapai kahyangan Dewa Yama. 

Nama-nama lain Nahuûa dalam kitab Mahàbhàrata adalah: Devaràja, Devaràt, Devendra, Jagatpati, Nàga, Nàgendra, Suràdhipati, Surapati, dan lain-lain (Mani, 1989:517).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar