Kamis, 17 Mei 2012

Ringkasan Mahabharata Parwa 13 - Anusasana Parva

Sudah baca Ringkasan Mahàbhàrata Parwa 12 - Viràta Parva?  
Kalo sudah, lanjut ke cerita 13 yaa.. :)

Anuúàsana Parva

Merupakan parva ke-13. Bagian terpenting dari parva ini adalah cerita mokûanya Bhìûma. Dengan disaksikan oleh banyak orang, roh Bhìûma terangkat ke langit. Anuúàsana seperti halnya Karóaparva membahas 2 hal yang penting yakni Dànadharma (Dànadharmaparva) dan Bhìûma mencapai mokûa (Bhìûma-Svargarohana Parva) terdiri dari 168 canto dengan jumlah úloka sebanyak 7.679 buah. 
Isinya antara lain menjelaskan hal-hal berikut. 

  • Kesedihan Yudhiûþhira akan kematian saudara-saudaranya.
  • Tentang istri Gautami dan Kala.
  • Cerita tentang Sudarúana dan Oghapati.
  • Cerita tentang Viúvàmitra yang berubah menjadi Bràhmaóa 
  • Turunnya Viúvàmitra.
  • Cerita tentang Vasava dan Sukha.
  • Nilai dari pengampunan dan kesetiaan.
  • Percakapan antara Brahman dan Vasiûþha.
  • Perbandingan antara usaha dan takdir.
  • Tujuh buah dari perbuatan baik.
  • Orang-orang yang menyukai sanjungan.
  • Akhir dari orang-orang yang gagal memberikan persembahan pada Bràhmaóa.
  • Seluruh cerita tentang Bràhmaóa  dan sudra.
  • Apakah orang yang lahir di Varóa sudra dianggap lebih rendah dan juga merupakan sebuah dosa.
  • Sebuah percakapan antara Rukmini dengan dewi Úrì: tentang orang yang selalu mendapat kemakmuran.
  • Apakah kaum laki-laki atau perempuan yang mendapat kesenangan lebih besar dari sebuah penyatuan.
  • Cara menjalani kehidupan yang sekarang dan masa depan.
  • Tugas-tugas dari suami dan istri.
  • Úiva memberikan anugerah kepada Úrì Kåûóa.
  • Cerita tentang Tandip.
  • Yoga dan nama Tuhan Yang Maha Esa.
  • Lagu pujaan kepada Maheúvara.
  • Percakapan antara Antavakra dengan Biúa: tentang tugas-tugas dalam pernikahan.
  • Pemberian yang tepat.
  • Kemulian Úraddhà.
  • Kesalahan seseorang yang membunuh Bràhmaóa  yang tidak berdosa.
  • Nilai dari air suci.
  • Cerita tentang negara, provinsi, gunung dan sungai.
  • Bagaimana seseorang dari varóa yang berbeda bisa menjadi Bràhmaóa. 
  • Cerita tentang Mataòga.
  • Bagaimana Hitahavia menjadi seorang Bràhmaóa.
  • Percakapan antara Vàsudeva dan Nàrada.
  • Nilai dari orang-orang yang menggantungkan hidupnya pada orang lain.
  • Perbuatan yang membuat raja bisa berhasil dalam kehidupan sekarang dan dalam hal yang sama selanjutnya.
  • Kekaguman pada Bràhmaóa.
  • Percakapan antara Úakra dan Úamvara.
  • Yang mana di antara ketiga golongan ini yang pantas memberikan persembahan: orang yang berani melewati bahaya, orang yang terkenal, orang yang datang dari tempat yang jauh.
  • Ciri-ciri seorang perempuan.
  • Terciptanya perempuan.
  • Kisah tentang Vipula dan Devaúarman.
  • Upacara pernikahan dan segala yang berkaitan dengannya
  • Bagaimana seorang gadis setelah ditinggalkan oleh tunangannya harus diperlakukan.
  • Penerusan keturunan bagi orang-orang yang hanya mempunyai anak perempuan.
  • Kewajiban pria pada wanita.
  • Hukum perkawinan dan hukum keturunan
  • Kewajiban seseorang yang lahir dalam perpaduan beberapa Varóa.
  • Kedudukan anak laki-laki.
  • Jenis dari rasa iba dan kasihan.
  • Percakapan antara Nahuûa dan Chyavana.
  • Kisah tentang Jamadagni.
  • Imbalan dari menanam pohon dan menggali sumur.
  • Pemaparan tentang pemberian untuk teman dan pengikut.
  • Pilihan antara memberikan sesuatu pada orang yang memohon
  • Pahala dari pemberian.
  • Pemaparan tentang hal yang paling baik digunakan sebagai hadiah.
  • Hasil dari persembahan kepada Bràhmaóa.
  • Balasan dari Nàrada.
  • Aturan persembahan makanan.
  • Persembahan dari emas
  • Nilai dari persembahan sepasang sandal kepada seorang Bràhmaóa.
  • Nilai dari persembahan berupa minuman.
  • Persembahan berupa wijen dan lampu.
  • Persembahan hasil bumi.
  • Sejarah raja-raja dan negaranya.
  • Percakapan antara åûi Udalaki dan Nachiketa.
  • Akhir dari orang yang memberikan persembahan.
  • Nilai dari pelajaran Veda.
  • Cerita tentang hal-hal yang bersifat sakral.
  • Percakapan dewi kemakmuran.
  • Nilai dari emas.
  • Sejarah kehancuran Taraka.
  • Tentang Úraddhà.
  • Persembahan yang abadi.
  • Pilihan Úràddha.
  • Penjelasan Bràhmaóa  tentang kepada siapa persembahan harus diberikan.
  • Sejarah upacara Úràddha.
  • Apakah seorang Bràhmaóa  yang memakan havisa pada saat undangan adalah sebuah dosa.
  • Cerita tentang gandum.
  • Cerita tentang payung dan sandal yang dijadikan persembahan.
  • Maksud Jamadagni untuk menghentikan matahari.
  • Tugas dari bentuk kehidupan pribadi.
  • Persembahan cahaya.
  • Percakapan antara Nahusa dan Agastya.
  • Cerita tentang orang-orang yang mencuri barang-barang milik Bràhmaóa.
  • Cerita tentang kehidupan orang setelah mati. 
  • Percakapan antara Bagiratha dan Brahmà.
  • Kenapa manusia bisa berumur panjang ataupun pendek.
  • Penyeimbangan persembahan bagi orang miskin.
  • Penjelasan tentang tìrtha yang paling murni.
  • Buah yang paling berharga.
  • Cara menguasai kecantikan.
  • Bagaimana orang bisa mendapat sorga atau neraka.
  • Akhir dari keadilan.
  • Ritual Veda.
  • Seseorang yang melukai orang lain.
  • Aturan tentang memakan daging.
  • Pahala orang-orang yang mati dalam medan perang. 
  • Antara pengetahuan dan persembahan.
  • Kelakuan yang baik dari para wanita.
  • Efisiensi dari persembahan.
  • Perbuatan yang bisa menyenangkan Viûóu.
  • Pemujaan api suci.
  • Kewajiban yang mendatangkan kebahagiaan.
  • Laki-laki yang mempunyai istri banyak
  • Kekuatan Paramàrtha.
  • Kewajiban seperti yang dijelaskan oleh Maheúvara dan Skanda.
  • Aturan makanan bagi beberapa Varóa.
  • Pengampunan terhadap seorang Bràhmaóa.
  • Kekuatan dan kesetiaan.
  • Nilai dari persembahan.
  • Cerita tentang Rudra dengan Umà.
  • Keagungan Tuhan yang Maha Esa.
  • Mantra untuk keselamatan dalam perjalanan dan memasuki tahun baru.
  • Orang yang dikagumi.
  • Hasil dari kekaguman pada Bràhmaóa.
  • Keunggulan dari Bràhmaóa tidak sebanding dengan yang lainnya.
  • Kemuliaan yang melandasi kekaguman pada Bràhmaóa. 
  • Úanta Rudriya Mantra
  • Kebenaran pengetahuan, anggapan, dan pengaruh dari tulisan suci.
  • Waktu untuk memiliki kekayaan.
  • Pengaruh waktu.
  • Penyebab kebahagiaan dan kekayaan.
  • Petunjuk Bhìûma.
  • Yudhiûþhira mendatangi Bhìûma dan menanyakan kesehatannya.
  • Kematian Bhìûma.
(Label: anusasana, karnaparwa, swargarohana parwa, gautami, sri kresna, wiswamitra, sudarsana)
Bersambung ke: Ringkasan Mahàbhàrata Cerita 14 - Aúvamedhika Parva
Baca juga

Ringkasan Mahabharata Parwa 1. Adiparwa
Ringkasan Mahabharata Parwa 2. Sabhaparwa
Ringkasan Mahabharata Parwa 3. Vanaparva/Aranyakaparva
Ringkasan Mahabharata Parwa 4 - Virata Parva
Ringkasan Mahabharata Parwa 5 - Udyoga Parva
Ringkasan Mahabharata Parwa 6 - Bhisma Parva
Ringkasan Mahabharata Parwa 7 - Drona Parva
Ringkasan Mahabharata Parwa 8 - Karna Parva
Ringkasan Mahabharata Parwa 9 - Salya Parva
Ringkasan Mahabharata Parwa 10 - Sauptika Parva
Ringkasan Mahabharata Parwa 11 - Stri Parva
Ringkasan Mahabharata Parwa 12 - Santi Parva
Ringkasan Mahabharata Parwa 14 - Asvamedika Parva
Ringkasan Mahabharata Parwa 15 - Asramawasika Parva
Ringkasan Mahabharata Parwa 16 - Mausala Parva
Ringkasan Mahabharata Parwa 17 - Mahaprasthanika Parva

Ringkasan Mahabharata Parwa 18 - Svargarohanika Parva


baca juga cerita-cerita sisipan yang terjadi, antara lain: 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar